Kamis, 19 November 2009
Kung Fu Sembilan Rembulan
Kitab Sembilan Rembulan memuat banyak ilmu yang hebat, tidak hanya ilmu silat yang hebat (salah satunya jurus Cakar Tulang Putih Sembilan Rembulan yang dipelajari oleh Mei Chaofeng, murid Huang Yaoshi) namun juga memuat ilmu pengobatan, ilmu pukulan, tenaga dalam, tehnik jebakan, senjata gelap, dan lain-lain tehnik. Kitab Sembilan Rembulan disusun oleh Huang Shang, seorang pejabat pemerintah di masa kekaisaran Song, yang berbakat dalam ilmu silat dan kesusasteraan. Kaisar Song memerintahkan Huang Shang untuk menyusun satu kitab berdasarkan ribuan gulungan surat berisikan aneka ragam keterangan, dari tenaga dalam, ilmu pengobatan, sampai filsafat Tao. Kompilasi ini menjadi jilid pertama dari Kitab Sembilan Rembulan (Kitab Sembilan Rembulan bagian luar). Empat puluh tahun kemudian Huang Shang menyusun jilid kedua dari Kitab Sembilan Rembulan (kitab Sembilan Rembulan bagian dalam), berdasarkan hasil penyelidikan dan latihannya selama empat puluh tahun. Ilmu silat yang dihimpun dan ditulis Huang Shang mampu menetralisir ilmu silat mana pun dari partai-partai silat yang ada saat itu, tentu saja masih di bawah Kitab Pengubah Otot, dan Kung fu paling keras nomor satu di dunia sampai saat ini, yaitu kungfu pelindung tubuh terkuat di dunia Perisai Genta Emas, dari Shaolin.
Kedua jilid Kitab Sembilan Rembulan tidak terdengar kabarnya selama beberapa tahun dan baru muncul lagi saat turnamen di Gunung Hua yang pertama diadakan. Lima jagoan besar – si Sesat Timur Huang Yaoshi, Racun Barat Ouyang Feng, Kaisar Selatan Duan Zhixing, Pengemis Utara Hong Qigong, dan Dewa Pusat Wang Chongyang – setuju pemenang dari turnamen tersebut akan menjadi pemilik tunggal dari Kitab Sembilan Rembulan. Setelah pertarungan yang sengit selama tujuh hari, Wang Chongyang akhirnya memenangkan turnamen, dan merebut Kitab Sembilan Rembulan. Wang Chongyang mewariskan Kitab Sembilan Rembulan kepada adik seperguruannya si Bocah Tua Nakal Zhou Botong. Setelah kematian Wang Chongyang itu, Zhou Botong pergi ke Pulau Bunga Persik untuk memperingati si Sesat Timur Huang Yaoshi untuk tidak mencoba-coba mencuri kitab itu dari tangannya. Istri Huang Yaoshi yang memiliki ingatan fotografis, mampu mengingat seluruh isi dari Kitab Sembilan Rembulan dengan sekali melihat saja. Ia kemudian menyalin seluruh isi dari Kitab Sembilan Rembulan itu untuk suaminya. Mei Chaofeng dan Chen Xuanfeng murid dari Huang Yaoshi belakangan mereka mencuri kitab salinan Kung Fu Sembilan Rembulan.
Beberapa tahun kemudian, salinan Kitab Sembilan Rembulan, yang telah ditatokan Chen Xuanfeng di kulit dadanya, tanpa sengaja jatuh ke tangan Guo Jing, saat Mei Chaofeng bertarung dengan Hong Qigong dan 7 Pendekar Kang Lam.
Bertahun-tahun setelah itu, saat Guo Jing dan istrinya Huang Rong, yang sedang mempertahankan benteng Xiang Yang dari serangan kaum Mongolia, melihat bahwa mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi, mereka memutuskan untuk menyembunyikan Kitab Sembilan Rembulan bersama dengan ilmu silat yang lain, manual Delapan Belas Jurus Pukulan Penakluk Naga, ke dalam dua pedang, Pedang Langit dan Golok Naga, yang mereka tempa dari pedang Xuan Tie Jian (Pedang Baja Sejati) milik Yang Guo yang sangat keras dan berat sehingga mampu menjadi 2 bilah senjata.
Pedang Langit diwariskan Guo Jing kepada putri termudanya Guo Xiang, yang kemudian mendirikan Partai E’Mei. Seratus tahun kemudian, ketua generasi ke-4 Partai E’Mei, Zhou Zhiruo dapat membongkar rahasia Kitab Sembilan Rembulan ini dan sempat menggunakannya untuk menimbulkan kekacauan di dunia persilatan pada waktu itu. Nasib dari Kitab Sembilan Bulan setelah itu tidak diketahui lagi.
Karena dianggap kitab perang maka sejak peralihan Dinasti Song melewati berbagai dinasti kitab kung fu Sembilan Rembulan dianggap hilang dari dunia persilatan, karena pada masa itu hanyalah kung fu Sembilan Matahari dan Kitab Pengubah Otot dari Shaolin sajalah yang berhasil merajai dunia persilatan, setelah Kitab Sembilan Matahari mendapatkan pewaris yang cakap (Zhang Wuji), tokoh sentral dari akhir masa Sinasti Liao yaitu sesepuh pendiri perguruan Wu Dang, Zhang San Feng menciptakan Kung fu dengan tenaga dalam aneh yang hanya bisa dilatih secara terbalik nadinya, yaitu Kitab Sembilan Langit.
Pada masa Perang Dunia II, seseorang kolektor pecinta barang-barang kuno, tertarik pada salah satu gulungan kitab Sembilan Rembulan yang pada waktu itu digelar oleh salah satu pejabat di daerah Macau dalam suatu pameran barang antik. Seorang kolektor itu adalah gembong penjahat di daerah itu. Dia adalah ketua sebuah perguruan kung fu Peremuk Tulang, bernama Chou Jian He (28tahun) dia sudah menyadari bahwa sesuatu dari gulungan bambu kuno itu adalah suatu tehnik tenaga dalam yang istimewa, semakin di baca semakin dalam, dan semakin menarik, tetapi sangat sulit dipahami. Karena itu sang ketua sangat ingin memilikkinya dan menghubungi pejabat pemilik gulungan bambu yang berisi Kitab Sembilan Rembilan bagian luar (yang hanya berisi tehnik tanpa dasar tenaga dalam lembut yin), sampai pada tahap negosiasi yang alot bahkan sampai ingin membeli gulungan bamboo itu seharga 200.000$ tapi tetap ditolak oleh si pejabat itu.
Karena pejabat itu mempunyai kekuasaan yang besar di wilayah Macau, Chou Jian He tidak berani bertindak gegabah, sampai akhirnya dia mencuri kitab itu di kediaman pribadi pejabat itu, dan akhirnya tertangkap basah oleh pengawal keluarganya, maka ia terpaksa menghilangkan semua saksi hidup, termasuk si pejabat beserta seluruh keluarganya di bantai di tempat dengan menggunakan kung fu peremuk tulang warisan keluarganya, dan itu merupakan sebuah kesalahan fatal karena jenis kung fu bisa meninggalkan jejak.
Demi sebuah kitab kung fu, ketua perguruan Peremuk Tulang yang terkenal terpaksa harus meninggalkan wilayah dan kekuasaan yang diperoleh dengan susah payah oleh leluhurnya. Mereka mengungsi ke Shanghai sampai kasus dianggap selesai karena kadaluwarsa.
Sedangkan Kitab Sembilan Rembulan bagian dalam (yang berisi dasar tenaga dalam dan Jurus Sesat Cakar Tengkorak Putih) ternyata diamankan oleh partai Gay Bang sampai pada ketua generasi ke-33, yang bernama Hong Dong (Hong Qigong adalah pewaris Ketua Gay Bang generasi ke-7), dan akhirnya kitab itu mendapat pewaris pemuda marga Wang yang bernama Xiao Long cucu dari Wang Yue Yuan didapat sewaktu sedang menghinadri kejaran dari mafia no.1 di Jepang, malah bertemu dengan sesepuh yang hilang dari dunia persilatan karena menghindari konflik.
Rabu, 18 November 2009
Kitab Sembilan Langit
Kitab Langit Kesembilan diciptakan oleh pendiri partai Wudang, Zhang Sanfeng. Di akhir masa dinasti Song, Zhang Junbao, 15tahun berasal dari keluarga miskin, sejak kecil tinggal di Shaolin sebagai pencari kayu bakar bagi keperluan dapur Shaolin. Tiap hari memanggul ratusan kati kayu bakar dan mendaki gunung puluhan li untuk mengantarkan kayu bakar ke kuil Shaolin. Zhang Junbao akrab dengan sang penjaga tungku di Shaolin, Jue Yuan (Tou Tuo) yang menyadari bahwa Zhang kecil memilikki struktur tulang yang bagus dan berbakat untuk berlatih kung fu. Di waktu senggang Tou Tuo mengajak berlatih Zhang kecil tiap malam di dalam hutan mereka berlatih kung fu. Dalam waktu hanya setengah tahun saja Zhang kecil berhasil menguasai 72 jurus utama Shaolin, sungguh merupakan prestasi yang hebat. Karena kagum dengan bakat yang jarang dimiliki oleh orang lain, Tou Tuo akhirnya mengatakan “belajar beladiri tanpa tenaga dalam tak ada gunanya, mulai hari ini aku akan mengajarkan tenaga dalam Shaolin”, pada waktu itu Zhang baru berusia 16 tahun. Zhang Junbao berlatih keras tanpa tahu bahwa yang dia pelajari adalah salah satu dari 4 kung fu sakti Shaolin. Kung fu yang menggetarkan dunia sepanjang masa, yaitu Kitab Pengubah Otot.
Tanpa terasa setengah tahun telah berlalu, Zhang kecil sudah menguasai tahap biru, seluruh tubuhnya mampu mengalirkan Qi yang bernuansa warna biru. Tenaga dalamnya sudah cukup dahsyat untuk remaja seusia itu. Orang awam memerlukan waktu 5-8tahun untuk menguasai tahap Biru (tahap ke-5) sedangkan Zhang kecil hanya perlu 6 bulan. Kemudian Tou Tuo mengingatkan bahwa jangan sampai dia ketahuan menguasai dasar tenaga dalam dari Shao;in dan tidak mengakuinya sebagai guru, Tou Tuo juga berpesan, “Xiao Zhang, dengan bakat yang kau miliki, semoga lain hari kau akan bisa menciptakan ilmu sendiri, supaya kau juga mempunyai prestasi yang tak kalah dari guru Wang Zhongyang dari Quan Zhen”
Sewaktu mengejar sepasang penjahat, Zhang Junbao terlihat oleh senior dari Shaolin sehingga begitu kembali ke Kuil Shaolin sang penjaga tungku, Jue Yuan (Tou-Tuo) sedang menghadapi hukuman dilenyapkan kung funya dan dihukum 15tahun menghadap dinding, begitu pula nasib Zhang Junbao dilenyapkan kung funya dan diusir dari Shaolin. Tetapi dengan tekad membaja beliau mempelajari kitab Tao dan menilai pergerakan alam mulai dari keselarasan yang terjadi di alam, mulai dari hari ada pagi ada sore, ada siang ada malam, lalu ada pria ada wanita, semua keselarasan yang terjadi dialam dipelajari bahkan sampai ke unsur psikologis ada sedih ada bahagia, semua pelajaran itu menimbulkan hasil baru bagaimana cara menghidupkan nadi yang sudah putus dan hancurnya tenaga dalam yang lama, dan memulihkan nadi yang mati supaya bisa mengalirkan tenaga langit ke tubuh manusia, dan juga menciptakan esensi lembut mematahkan keras, dan yang lemah mengalahkan yang kuat dengan kung fu Tai Chi semesta yang digabung tenaga Langit ke Sembilan dan akhirnya beliau mendirikan Partai Wudang (Butong) dan dikenal sebagai Zhang San Feng.
Kitab Langit Kesembilan ini pamornya kalah dari Kitab Pengubah Otot dari Shaolin dan Kitab Sembilan Matahari dari Quan Zhen karena semenjak dikuasai oleh Zhang Sanfeng kung fu ini belum pernah ada yang menguasai sampai ke tahap Sembilan (puncak) karena tidak ada yang mampu menguasai biarpun dari manual sudah ada petunjuk yang jelas, tetapi tetap tidak ada yang mampu menguasainya. Rahasia dari tahap akhir Kitab Langit Kesembilan ini adalah “mendekati ajal maka akan lahir kakuatan baru” dan sedikit orang yang memahami pengertian ini tanpa mengalami secara langsung pengalaman mendekati ajal yang justru meningkatkan kemampuan tersembunyi dari Kitab Langit Kesembilan ini dan kekuatannya 5x dari tahap ke delapan sehingga apabila seseorang menguasainya sebetulnya kekuatannya tidak berada di bawah Tahap Pagoda Hitam dari Pengubah Otot, ataupun Keperkasaan Matahari dari Sembilan Matahari.
Perisai Lonceng Emas
Manusia dalam mempelajari kekuatan alam sangatlah terbatas, sehingga sewaktu Biksu Da Mo menciptakan kung fu yang ke-2 ini beliau bingung menetukan batasan apakah manusia dan alam mampu menyatu secaara sempurna. Hal ini menyebabkan Da Mo hanya menciptakan Kitab Kung fu Perisai Lonceng Emas ini sampai tahap 12 saja, sebab beliau tidak dapat menemukan batasan manusia dari kekuatan kung fu ini.
Pada waktu Da Mo berhasil menyempurnakan kung fu Anak Lelaki sampai pada tahap Matahari Membara, beliau berusaha mencari jalan supaya bisa terhindar dari luka ataupun segala bahaya supaya tidak terjadi saling bunuh antar sesama, tetapi karena kemampuan dan bakat orang pada umumnya tidak dapat menyamai kemampuannya, beliau berusaha membagi tahap dari Perisai Lonceng Emas ini, yaitu pada tahap 1-6, kung fu ini melatih nafas berat supaya bisa membersihkan fungsi organ tubuh secara sempurna, lalu pada tahap 7-9 seseorang yang berlatih Kung Fu ini akan mampu bertahan dari gempuran seberat 3000kg, dan mempunyai daya ledak yang kekuatannya mencapai 2500kg, untuk mencapai tahap ini rata-rata orang normal membutuhkan 3-5tahun untuk menyatukan nafas dalam yang sejak mula terpecah. Dan yang terakhir pada tahap 10-12 adalah penyatuan sempurna seseorang dengan tenaga alam, sehingga sewaktu hujan atau terkena air tidak basah, dan sewaktu terkena api juga tidak terbakar, lalu dapat melawan kekuatan grafitasi bumi dalam jangka waktu yang relatif lama.
Empat manual beladiri ciptaan Biksu Da Mo adalah Sutra Anak Lelaki, Kitab Perisai Lonceng Emas, Sutra Pengubah Otot, dan Sutra Pembersihan Sumsum. Dari keempat kung fu itu yang paling sering mengharumkan sekaligus merajai dunia persilatan adalah Kitab Sutra Pengubah Otot, sebab mempunyai pewaris langsung dari tiap generasi, sedangkan Perisai Lonceng Emas hanya menjadi kung fu nomer 2, karena sejak diciptakan 1200tahun kemudian baru ada 1 orang yang menguasai hingga tahap 11, beliau adalah biksu Qi Yun dari Shaolin yang berhasil menyelamatkan kitab-kitab Sutra baik sutra Budha maupun sutra kung fu dari penjarahan di akhir Dinasti Qing, beliau adalah satu-satunya biksu Shaolin yang berhasil mendobrak hingga ke tahap 11 karena niat untuk menyelamatkan peninggalan leluhur sehingga berani menerobos kobaran api dan melayang dengan ringannya bagai dewa.
Manusia dapat berkembang terus apabila dalam hidupnya tidak terikat oleh waktu, tetapi karena usia manusia terbatas maka penguasaan kung fu ini agak sulit untuk sampai ke tingkat tertinggi, dari pertama kali diciptakan, kung fu Perisai Lonceng Emas ini tidak ada yang dapt mencapai tahap 12 (sebetulnya Da Mo sendiri tidak tahu sampai tahap berapa beliau bisa melangkah lagi) yang sangat sempurna. Di tahap ini manusia tidak perlu makan atau minum selama 370hari tidak akan mempengaruhi system tubuh, melangkah di air tidak basah, melangkah masuk dalam lautan api tidak terbakar, minum racun tidak berpengaruh. Boleh dikatakan pada tahap ini manusia sudah mengalami perubahan system kerja organ tubuh menjadi lebih efisien dan tidak terlalu banyak bergerak seperti pada manusia umumnya.
Kung Fu Anak Lelaki
Kung Fu ini adalah kung fu pertama dari 4 kung fu ciptaan Da Mo yang datang dari India. Da Mo yang di kala muda adalah seorang putra bangsawan dan sangat di manjakan oleh orang tuanya, tapi beliau malah memilih untuk meninggalkan segala kenikmatan duniawi dan berkelana mempelajari Budha, sewaktu Da Mo masih berusia belasan, beliau senang memperhatikan pergerakan benda langit, mempelajari berbagai gerakan hewan dan segala siklus yang terjadi di langit, bumi, dan juga segala mahluk hidup yang ada di bumi. Pada usia 15tahun sewaktu sedang berada di padang rumput yang luas, Da Mo menemukan gugusan rasi bintang 9 Istana, pada dasarnya beliau mempelajari ilmu Giok India (salah satu jenis Yoga) untuk memperkuat otot dan tulang.
Dengan kecerdasannya yang menagumkan, beliau bereksperimen pada dirinya sendiri, berdasarkan gugusan Rasi Bintang 9 Istana itu untuk menciptakan kung fu tangguh, yang langsung saja di respon oleh darah di seluruh tubuhnya yang berhimpun di titik Qi Quan di bawah perut dan dapat berakselarasi sesuai peredaran darah yang sudah diatur sama seperti peredaran gugusan Rasi Bintang 9 Istana.
Kung fu ini murni dilatih hanya untuk kalangan biksu saja, karena mengandalkan hawa murni lelaki sejati yang masih perjaka (murni), begitu sudah mengenal hubungan seks maka tenaga dalam yang terkumpul berdasarkan sistematika gugus bintang akan hancur dan berpendar tanpa arah, paling parah kalau pantangan ini dilanggar maka si pemilik kung fu ini akan cacat (stroke) dengan pembuluh darah pecah di 5 titik tubuh, sehingga hanya bisa dilatih oleh seseorang yang benar-benar sudah berniat hidup membiara.
Pada masa awal Dinasti Qing (tahun 1640 M) para pejabat kerajaan yang takut akan bangkitnya kung fu tangguh dari masa silam, mereka menjarah dan membakar biara Shaolin yang pada masa itu sedang dalam masa tenang sehingga tidak mempunyai Pendekar atau Guru Besar yang menguasai kung fu pamungkas, sehingga beberapa manual kung fu bisa dijarah dan beredar di kalangan luas, di tambah lagi dengan adanya infasi dari Jepang yang ingin menguasai wilayah China, dan para pendekar yang kurang bersatu karena mulai memikirkan politik tanpa memperhatikan perkembangan kung fu di masa itu. Pada masa itu biara Shaolin pusat di serbu oleh pihak istana dan hanya beberapa biksu senior saja yang berhasil meloloskan diri dari kejaran para penjarah ataupun para prajurit kerajaan, sehingga kitab kung fu yang berhasil diamankan juga bervariasi. Kitab Kung Fu Anak Lelaki ini termasuk yang tidak berhasil diamankan dan berhasil direbut pihak Istana, dan mulailah sejak saat itu kung fu Anak Lelaki dipelajari oleh para kasim secara turun temurun sehingga menyebabkan banyak pelindung istana berkung fu tinggi tapi tidak mempunyai keturunan dan bergaya bagaikan banci.
Dari pihak Sholin sendiri akhirnya berhasil menyalin ulang manual Kung fu Anak Lelaki ini dari sesepuh Jin Tong di daerah Shaolin Selatan, bahkan dalam rapalan yang terakhir ditemukan bahwa tahap terkhir dari kung fu ini dapat disempurnakan menjadi Tubuh Emas Anak Lelaki yang kekuatannya setara dengan Perisai Lonceng Emas Tahap 10.
Kung Fu Pengubah Otot
Kung fu ini sangatlah terkenal sampai sekarangpun masih menjadi manual dalam latihan kung fu di Kuil Shaolin Pusat, Kung Fu Sakti Pengubah Otot (Yi Jin Jing) adalah salah satu dari 4 kung fu milik Shaolin yang diciptakan oleh Biksu suci Da Mo (Tat Mo) dari India yang menyeberang ke China dalam rangka penyebaran agama Budha di China. Beliau melihat para biksu yang berada di kuil Budha di China sangatlah lemah fisiknya, karena pada dasarnya mereka tidak boleh memakan makanan bernyawa (vegetarian) jadi beliau berusaha melatih tenaga dalam para biksu.
Menurut sejarah, jauh sebelum Bodidharma datang ke daratan China, para biksu Budha sudah berlatih beladiri untuk berjaga dari serangan binatang buas, mengingat lokasi kuil biasanya terletak di tengah hutan atau di atas perbukitan.
Menurut legenda, kuil Shaolin pertama kali didirikan oleh Da Mo/ Bodidharma/ Tat Mo (tahun 520 M), sewaktu mendirikan kuil tersebut ternyata kebetulan para biksu yang berguru ajaran Budha disitu kurang mempunyai dasar beladiri, maka ketika awal-awal dari beladiri Shaolin adalah serangkaian latihan untuk melatih otot dan sendi yang meniru dari dasar gerakan hewan liar (8 Bentuk Jembatan Besi), lalu setelah mempunyai dasar gerakan atau yang kemudian kita kenal jurus, Biksu Da Mo mulai melatih mereka nafas dalam yang sangat keras yaitu Perisai Lonceng Emas, karena kekuatan manusia tiada batasnya selaras dengan alam, maka diciptakanlah kung fu Pengubah Otot yang terdiri dari 7 tahapan, sesuai dengan aura tubuh manusia.
Kitab Pengubah Otot adalah kung fu maut ketiga yang diciptakan pendiri Shaolin biksu Da Mo. Setelah menciptakan 12 tahap Perisai Lonceng Emas, Da Mo yakin tak ada yang bisa mencapai tingkatan tertinggi, karena sebetulnya manusia memilikki tenaga yang selaras dengan kekuatan alam. Oleh karena itu beliau menciptakan kung fu yang mampu menunjukan batasan tertinggi bagi manusia. Keistimewaan kitab Pengubah Otot menggunakan seluruh urat nadi tubuh untuk menyatukan daya tarik magnet, mengambil kekuatan dari luar untuk menjadi tenaga dalam, jurus ini pada puncaknya akan menjadikan kekuatan langit, bumi dan manusia menjadi satu. Dalam pelatihannya, Kitab Pengubah Otot terbagi menjadi 7 tahap, oleh karena itu juga terkenal dengan 7 Tingkat Pagoda. Pada tahap ke-7 seseorang akan mampu melatih penalaran sejati kesadaran Budha yang akan mengajarkan bahwa segala sesuatunya mempunyai batas, bagi yang hampir mati akan mampu sembuh oleh Kitab Pengubah Otot tahap Hitam, dan yang terlalu angkuh akan di kalahkan oleh Kitab Pengubah Otot Tahap Hitam.
Kung fu Sembilan Matahari
Kung fu Sembilan Matahari
Kung fu sakti Sembilan Matahari ada pada masa Dinasti Song (tahun 960-1280) diperkenalkan oleh padri/biksu sakti Wang Zongyang pendiri Aliran Daoisme Quan Zhen, kung fu ini sendiri sangat kabur asal usulnya, sebab saat itu adalah akhir dari masa keemasan dari kung fu Sembilan Rembulan dan masa menghilangnya Kung Fu Tapak Budha dari India yang masuk ke China Daratan sejak awal Dinasti Tang (tahun 618-960) melewati masa-masa lima Dinasti.
Kung fu ini diperkirakan tercipta untuk menandingi hawa dingin dari Kitab Sembilan Rembulan yang tercipta pada masa Song waktu itu, Kitab Sembilan Bulan disusun oleh Huang Shang, seorang pejabat pemerintah di masa kekaisaran Song, yang berbakat dalam ilmu silat dan kesusasteraan.
Keberadaan kitab ini sendiri baru terangkat ke dunia persilatan pada akhir kisah Kembalinya Sang Pendekar Rajawali, saat penjahat Mongolia Yin Kexi dan Xiao Xiangzi mencuri kitab itu dari Kuil Shaolin dan langsung dikejar oleh para pendekar kuat yang berjaya dan pilih tanding pada masa itu, atau lebih terkenal 5 Pendekar Besar.
Pustakawan Shaolin Jue Yuan dan muridnya, Zhang Junbao, memburu Yin Kexi dan Xiao Xiangzi sampai ke Gunung Hua, di mana Lima Tokoh Besar Baru yang baru saja diangkat (Sesat Timur Huang Yaoshi, Gila Barat Yang Guo, Biksu Selatan Yideng, Pendekar Utara Guo Jing, dan Bocah Nakal Pusat Zhou Botong) sedang memberikan penghormatan mereka kepada Pengemis Utara Hong Qigong dan Racun Barat Ouyang Feng yang mati di puncak gunung Hoa yang bersalju dan dingin.
Dengan bantuan Yang Guo, Zhang Junbao berhasil menghadang Yin Kexi dan Xiao Xiangzi, akan tetapi Kitab Sembilan Matahari tidak dapat mereka temukan. Tanpa diketahui oleh mereka semua yang berada di Gunung Hua tersebut, Yin Kexi telah menyembunyikan Kitab Sembilan Matahari ke dalam perut seekor gorilla besar. Sebelum hembusan nafasnya yang terakhir, Yin Kexi mencoba memberitahu rahasia tersebut kepada tetua Partai Kunlun He Zudao, namun tidak dapat ditangkap dengan baik. Yin Kexi mencoba mengatakan “Kitab itu ada di dalam gorilla”, namun didengar oleh He Zudao sebagai “Kitab itu ada di dalam minyak”, sehingga menimbulkan tanda tanya kepada semua orang selama kurang lebih seabad lamanya tidak diketahui rimbanya bahkan namanyapun tenggelam karena teka-teki ini.
Biksu Jue Yuan telah mengingat seluruh isi Kitab Sembilan Matahari, dan sebelum kematiannya tiga tahun setelah kitab itu hilang, ia mendiktekan isi Kitab Sembilan Matahari itu kepada Zhang Junbao, Guo Xiang, dan seorang biksu Shaolin lainnya bernama Mo Shi, yang masing-masing dapat mengingat berbagai bagian dari isi kitab tersebut. Zhang Junbao (yang kemudian lebih dikenal sebagai Zhang Sanfeng) dan Guo Xiang mampu menggabungkan berbagai prinsip dari Kitab Sembilan Matahari tersebut ke dalam ilmu silat pribadi mereka dan ke dalam ilmu silat partai yang mereka kemudian dirikan, Partai Wudang dan E’Mei, demikian juga halnya Mo Shi Shaolin.
Tak seorang pun, akan tetapi, menguasai Kitab Sembilan Matahari secara lengkap sampai seorang pendekar muda bernama Zhang Wuji, putra dari murid Zhang Sanfeng, Zhang Chuisan, menemukan gorilla tersebut. Zhang Wuji yang baru berumur 15 tahun pada waktu itu kemudian menghabiskan waktu lima tahun berikutnya mempelajari Kitab Sembilan Matahari dan begitu menyelesaikannya di umur 20, ia menjadi salah seorang pendekar silat terhebat di masanya.
Sejak dikuasai oleh Zhang Wuji dari Partai Ming (pendiri Dinasti Ming) tidak ada lagi tokoh persilatan yang mampu menguasai secara sempurna Kung Fu Sembilan Matahari ini, sebab tidak ada pewaris sah dari Zhang Wuji secara langsung, alias Zhang Wuji mengundurkan diri dari dunia persilatan dan hanya menuliskan manual dari Kitab Sembilan Matahari yang maha dahsyat ini, sehingga setiap insan persilatan merasa kesulitan melatihnya tanpa ada guru yang mampu mempraktikannya.
Sampai akhirnya ada marga Dongfang yang mampu melatih Kitab ini hingga menguasai tahap 7 yang mempunyai daya pulih paling kuat, dengan berbekal tahap 7 Kung Sakti Sembilan Matahari si Marga Dongfang ini hijrah ke Korea (waktu itu Gao Li masih satu wilayah dengan China) dan mendirikan Partai Suci Teratai Putih (Bai Lian Men, tahun 1571) yang berakar kuat sampai akhirnya memisahkan diri dari Dinasti Ming bahkan sampai terbentuknya Republik Rakyat China, aliran Teratai Putih ini masih menggunakan sistem pemerintahan feodalisme dengan pemimpin seorang Kaisar.
Marga Dongfang karena berada di daerah selatan mempunyai jurus khas dari keluarga kerajaan Dali, yaitu jurus Pedang Dewa 6 Nadi dan juga karena bekerjasama dengan kuil Budha setempat, maka mereka juga mendapat pamungkas dari kung fu Sembilan Matahari, yaitu Jurus Telapak Awan Api, Pemindah Yin Yang, Geledek Kecil Sembilan Matahari, dan Geledek Besar Sembilan Matahari yang semuanya memilikki kelebihan yang sangat dahsyat, bahkan dikatakan bisa menyaingi 172 seni kung fu Shaolin yang melegenda.
Penakluk Naga Penangkap Harimau
Kung Fu Penakluk Naga Penangkap Harimau
Jiang Long You Hu Gong (Hawa Penakluk Naga Penangkap Harimau), tehnik tenaga dalam warisan keluarga Wang sejak tahun 1812, tehnik ini mempelajari tenaga dalam dasar dari langit, bumi dan manusia yang pada dasarnya ada dalam kitab Perubahan (Yi Jing) dari aliran Dao. Jurus dasar dari tehnik kung fu ini adalah Tendangan 18 Penakluk Naga yang meniru atau memodifikasi dari kung fu paling keras pada Dinasti Song sampai Dinasti Ming milik partai Pengemis (Gay Bang) yaitu, 18 Telapak Penakluk Naga yang di padu dengan dasar tenaga 8 tingkat langit hitam (Hei Tian Ba).
Kung fu ini di ciptakan oleh Wang Yue Yuan yang dikala itu merupakan murid berbakat dari Shaolin Selatan dalam usia yang ke 35tahun berhasil menciptakan 17 jurus Tendangan Penakluk Naga, dan pada usia 45tahun beliau menciptkan pernafasan Penakluk Naga Penangkap Harimau sebagai dasar dari jurus ke-18 Tendangan Penakluk Naga yaitu Serangan Naga Geledeg. Dari semua jurus yang ada di bawahnya, jurus terakhir inilah yang paling kuat, daya hancurnya 5x lebih kuat dari 17jurus yang ada dan juga paling menguras tenaga, bisa dikatakan apabila hanya dengan tenaga dalam warisan keluarga Wang ini, jurus Serangan Naga Geledeg ini hanyalah jurus bunuh diri secara perlahan, karena sedikit demi sedikit akan mengurangi hawa murni tubuh, dan mempercepat kematian karena berkurangnya kinerja organ tubuh akibat pemaksaan pemakaian tenaga dalam yang sangat berlebihan.
Untuk dapat memainkan 18 jurus Tendangan Penakluk Naga secara sempurna dan tidak membahayakan kesehatan, dianjurkan seseorang melatih kung fu sakti Pamungkas Shaolin yaitu Kitab Sutra Pengubah Otot yang diciptakan oleh biksu Da Mo dari India, atau bisa juga melatih dasar Tenaga Dalam Kung Fu Sakti Sembilan Matahari dari aliran Quan Zhen, ciptaan biksu Wang Zongyang pendiri aliran itu. Hanya kung fu itulah yang tenaganya dapat di sejajarkan dan dapat dilatih secara umum pada saat ini, sebab masih banyak kung fu lain yang dahsyat dan sukar diukur kekuatannya, seperti kata pepatah “Di atas langit masih ada langit, di atas gunung masih ada gunung yang lebih tinggi”
Kung fu ini sangat bagus bagi para atlit Wushu saat ini tanpa perlu melatih kekuatan pamungkas seperti para ahli kung fu yang berniat bertarung sampai mati dengan kekuatan puncak seperti pada zaman dahulu yang mementingkan pertempuran bukan hanya pertandingan belaka.
